Sabtu, 17 April 2010

Rahasia Senyum Monalisa menurut komputer

RAHASIA SENYUMAN MONA LISA

Siapa Mona Lisa?...
Hampir semua ahli seni sepakat bahwa wanita dibalik lukisan Mona Llisa adalah Lisa Gherardini, istri seorang pedagang kaya di Florence.
Namun, Sejarawan Seni Giuseppe Pallanti mengatakan, catatan dari masa itu menunjukkan dia meninggal pada usia 63 tahun bulan Juli 1542 dan dimakamkan di sebuah biarawati di pusat kota Florence yang kini terbengkalai. Sejarawan ini mengatakan, Dia (Mona Llisa) menghabiskan sisa hidupnya setelah menjanda dan sakit di biara itu.

Senyuman misteri yang ditunjukkan Monalisa dalam
lukisan potret terkenal karya Leonardo da Vinci akhirnya terungkap. Para
akademisi Jerman merasa yakin mereka telah berhasil memecahkan misteri yang
telah berlangsung beberapa abad di balik identitas gadis cantik yang menjadi
obyek lukisan terkenal itu. Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha kaya Florence, Francesco del Giocondo, telah lama dipandang sebagai model yang paling mungkin bagi lukisan abad 16 tersebut.
Namun demikian, para sejarawan seni sering bertanya-tanya apakah mungkin wanita yang tersenyum itu sebetulnya kekasih daVinci, ibunya atau artis itu sendiri.

Kini para pakar di perpustakaan Universitas Heidelberg menyatakan berdasarkan catatan yang ditulis pemiliknya dalam sebuah
buku pada Oktober 1503 diperoleh kepastian untuk selamanya bahwa Lisa del
Giocondo-lah model yang sesungguhnya dalam lukisan itu, yang merupakan salah satu lukisan potret terkenal di dunia.
"Semua keraguan tentang identitas
Monalisa telah pupus menyusul penemuan oleh Dr. Armin Schlechter," seorang
pakar naskah kuno, kata perpustakaan itu dalam pernyataannya.

Hingga kini, hanya diperoleh ''bukti kurang meyakinkan'' dari berbagai dokumen abad 16. "Hal ini menciptakan ruang bagi berbagai interpretasi dan ada banyak identitas berbeda dikemukakan," kata perpustakaan itu.
Catatan itu dibuat oleh Agostino Vespucci, seorang pejabat Florence dan sahabat da Vinci, dalam koleksi surat tulisan orator Romawi, Cicero.

Tulisan dalam catatan itu membandingkan Leonardo dengan artis Yunani kuno Apelles dan menyatakan ia sedang menggarap tiga lukisan, salah satunya adalah potret Lisa del Giocondo.

Para pakar seni, yang sudah mengaitkan tahun pembuatan lukisan itu pada jaman abad pertengahan itu, menyatakan penemuan Heidelberg itu merupakan terobosan dan penyebutan sebelumnya menghubungkan istri saudagar itu dengan lukisan potret tersebut.
"Tak ada alasan untuk terus meragukan
bahwa potret ini adalah wanita yang lain," kata sejarahwan seni
Universitas Leipzig, Frank Zoelner, kepada Radio Jerman.

Monalisa Smile
Selama berabad-abad pecinta seni bertanya-tanya soal misteri senyuman Monalisa.
Lukisan itu dianalisa oleh komputer dari Universitas Amsterdam dengan menggunakan piranti lunak yang bisa mengenali emosi.
Komputer itu menyimpulkan bahwa subjek yang diteliti :
83% persen gembira,
9% persen merasa jijik,
6% persen takut
2% persen marah.
Komputer itu mengukur tanda-tanda seperti lekukan bibir, garis-garis di sekitar mata.

Da Vinci Tetechnics
misteri lain masih menyelubungi karya Da Vinci ini - khususnya tentang bagaimana lukisan diciptakan. Teknik melukis sfumto atau berasap yang digunakan Da Vinci sampai kini masih membuat para pakar bingung.

Karya masterpiece da Vinci pada abad 16 ini, kini tersimpan di Musee du Louvre (Museum Louvre), Paris. Ditempatkan dalam bingkai kaca, lukisan itu dijaga ketat. Memotret atau merekam dilarang.
Beberapa argumen-pun muncul, pengamat menyatakan bahwa Mona Lisa sesungguhnya adalah potret diri sang pelukis, Leonardo da Vinci, dalam bentuk wanita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar