Sabtu, 05 Juni 2010

Bikin Anak Lebih Jenius

Liputan6.com, Jakarta: Selama ini, mungkin Anda hanya mengaktifkan otak kiri atau otak kanan saja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Otak kiri digunakan untuk menyerap materi-materi pelajaran di sekolah. Sementara otak kanan digunakan untuk kepribadian, seni, serta intuisi. Namun, sebenarnya ada satu bagian otak yang sangat potensial, yaitu otak tengah. "Bila diaktivasi akan jadi lebih dominan antara otak kiri dan otak otak serta otak tengah itu sendiri. Sehingga konsentrasinya lebih tinggi," kata dokter Meigiri, pengajar aktivasi otak tengah di Genius Mind Concultancy (GMC) Depok Jawa Barat, dalam dialog di Liputan 6 Pagi, Sabtu (6/6).

Tak hanya konsentrasi yang tinggi, daya ingat juga lebih tajam dan kecerdasan lebih meningkat. "Sehingga anak menjadi jenius," ucap dokter Meigiri. Dengan aktivasi otak tengah, Anda bisa mewarnai gambar, bersepeda, bersepatu roda, menebak lembaran uang atau kartu dengan mata tertutup. Namun, untuk melatih aktivasi otak kanan diutamakan anak-anak yang berusia lima sampai 15 tahun. Di atas usia itu juga bisa. "Tapi persentase keberhasilan. Mungkin makin tua makin kecil," ujar dokter Meigiri. "Biasanya orang semakin tua konsentrasinya semakin buyar."

Yang utama agar otak tengah sang anak bisa mantab, hatinya harus tenang dulu. "Tidak boleh ada beban sama sekali, itu kuncinya," kata dokter Sudarwin, pengajar aktivasi otak tengah di GMC. Dokter Sudarwin menambahkan, GMC melatih aktivasi otak tengah si anak selama dua hari. Setelah itu, sebaiknya ada pemeliharan. "Kalau bisa sebulan, itu bisa permanen seumur hidup," ucap dokter Sudawrin. Namun, tanpa harus terus dilatih, ada anak yang sudah mantab menggunakan otak tengahnya. "Tapi karena masih ada waktu dan ingin penajaman, kenapa tidak digunakan. Satu bulan kan tidak lama," ujar dokter Sudarwin. Cara memelihara aktivasi otak tengah antara lain melatih penciuman, membaca, menghafal, dan sebagainya.

Aktivasi otak tengah juga bermanfaat bagi kesehatan anak. Menurut dokter Meigiri, ada anak yang bisa mendeteksi makanannya. "Dia bisa menganalisa makanannya baik atau tidak," kata dokter Meigiri. Selain itu, aktivasi otak tengah juga bermanfaat untuk membentuk karakter si anak menjadi positi. "Yang baik akan lebih baik lagi," ujar dokter Meigiri.

Anda tertarik untuk mengikutsertakan anak-anak Anda dalam aktivasi otak tengah yang sudah dipraktikkan di Jepang selama 40 tahun Anda bisa mendapatkan informasinya di otaktengahdahsyat.com.(BOG)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar