Senin, 01 Maret 2010

Hotel Cinta Berubah jadi Museum Bruce Lee


HONG KONG - Sebuah rumah yang tak terawat di Jalan Cumberland nomer 41 distrik Kowloon Tong, Hong Kong mungkin bakal dilewati begitu saja oleh orang yang berlalu lalang.

Namun, plang bertuliskan "hotel cinta" di hotel itu menarik perhatian orang yang lewat. Dalam benak mereka terlintas tanya,"Apa menariknya?"

Kamar di hotel cinta dijual per jam. Umumnya, pasangan yang memasan kamar di hotel cinta menyewa selama tiga jam dengan tarif diskon 205 dolar Hong Kong (Rp250.000). Kamarnya pun agak berantakan dan berdekorasi sebuah poster seorang perempuan bule.

Hotel cinta tersebut dulunya adalah rumah ikon kung fu Bruce Lee pada tahun-tahun sebelum kematiannya pada 1973 atau pada usia 32 tahun. "Rumah itu telah dialih fungsikan menjadi hotel," ujar Shannon Lee, putri Bruce Lee.

Dia pun tertawa ketika mengingat status hotel cinta sebagai salah satu bagian dari rumahnya ketika pada usia belasan. Ada hal yang sangat berubah tampilannya dibandingkan dulu.

Shannon yang berusia 40 tahun ingat dengan kolam bergaya Jepang di depan, binatang kesayangannya yang selalu berlarian, dan tempat untuk latihan kung fu bagi sang ayah. "Saya memiliki memori kasih sayang, ketika ayah berlatih kung fu di rumah itu dan anak-anaknya berlarian di sekitarnya," tuturnya.

Shannon pun berniat menjadikan hotel cinta sebagai museum Bruce Lee. Para penggemar bintang kung fu itu pun mendukung niat terpuji tersebut. Menyusul kegemparan isu bahwa hotel cinta itu akan menjadi museum, sang pemilik miliuner Yu Pang-lin pun sepakat menunda penjualan propertinya tersebut.

Yu mengungkapkan, harga hotel tersebut mencapai 100 juta dolar Hong Kong (Rp120 miliar). Dia pun bermurah hati dengan mendonasikan nilai transaksi tersebut untuk kepentingan pembangunan museum Bruce Lee.

"Hotel Cinta itu akan direnovasi menjadi museum, perpustakaan, bioskop, dan area untuk latihan kung fu," paparnya.

Sementara, ketua Klub Bruce Lee Wong Yiu-keung menginginkan lantai dasar tetap dipertahankan seperti aslinya sehingga para pengunjung dapat berimajinasi bagaimana sang aktor tinggal di sana. "Itu seharusnya menjadi rumah museum. Pasalnya, tepat tersebut merupakan mantan rumah Bruce Lee," papar Wong.

Bruce Lee dijuluki sebagai "Raja Kung Fu" karena sering menjadi bintang film beladiri. Filmnya yang terkenal adalah Fists of Fury dan Enter the Dragon, sebelum akhirnya dia meninggal karena sakit.

Sang janda Bruce Lee kini tinggal di Amerika juga mendukung untuk penyediakan rancangan rumah asli untuk proyek renovasi hotel cinta tersebut. "Mama saya sangat mendukung pembangunan museum Bruce Lee," papar Shannon.

Menurut Shannon, museum rumah Bruce Lee akan menjadi peninggalan agung bagi Hong Kong dan sejarah perjuangan ikon raja kung fu. "Saya kira, tujuan utamanya adalah melestarikan rumah agar sesuai kondisi aslinya," paparnya.

Shannon pun mengungkapkan sangat senang dengan museum rumah tersebut. "Berdasarkan bentuk ruangan, hotel tersebut memang rumah sang ayah," ujarnya. "Dan itulah yang membuat rumah tersebut sangat unik," paparnya.

Desain pembangunan museum rumah Bruce Lee telah berakhir pada bulan lalu. Namun, biaya pembangunan dan siapa yang akan membayarnya masih belum jelas. Badan Pariwisata Hong Kong berharap dengan museum tersebut mampu menyedot wisatawan asing dan membangkitkan industri film Hong Kong.

Namun, nada sentimen justru muncul dari media lokal. Harian South China Morning Post melaporkan bahwa menjadikan museum Bruce Lee layaknya pahlawan merupakan sebuah parodi. (Koran SI/Koran SI)(//rhs)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar