Jumat, 09 Juli 2010

Tips Melatih Anjing

PERSIAPAN
Spoiler for sebelum memulai:

Sebelum Memulai
Sebelum kita memulai melatih doggie kita, ada beberapa aturan main dalam pelatihan ini:

* Singkat. Jangan terlalu lama memberikan/mengulang2 training. cukup 15 menit 2x sehari untuk satu materi.
* Sederhana. Ulangi materi pelatihan sampai doggie kita mengerti dengan baik, jangan melanjutkan ke materi yang lain.
* Senang. Buatlah latihan ini menjadi suatu saat yang menyenangkan untuk kita dan doggie.


'Mood' kita selama pelatihan adalah sama pentingnya dengan 'mood' doggie kita. Jika kita dan doggie sedang tidak dalam mood yang baik, sebaiknya tunda dulu latihan. Ingat, objektif latihan adalah bagaimana menguatkan hubungan kita (bounding) dengan doggie. Kita adalah pemimpin dari mereka (pack leader) dan doggie harus menjadi suatu pengikut yang setia.

Selama ribuan tahun, doggie selalu mempergunakan mental dan fisik mereka. Sementara dewasa ini doggie selalu tinggal di rumah dan dilindungi dari bahaya. Kondisi ini bisa membuat doggie tersebut menjadi bosan dan akhirnya mendorong timbulnya masalah pada tingkah laku. Semua ini dapat dihindarkan dengan melatih doggie kita dengan cara singkat, sederhana, dan menyenangkan sampai bisa terjalin hubungan (bounding) antara kita dan doggie tersebut.

Spoiler for Tipe Kepribadian:

Tipe Kepribadian
Walaupun trah atau keturunan anjing sudah miliki profil kepribadian masing-masing, namun pada akhirnya setiap anjing memiliki kepribadian yang unik. Beberapa anjing adalah extroverts dan suka menjadi pusat perhatian, sementara yang lainnya adalah lebih bersikap tunduk. Kedua jenis anjing bisa saja dilatih, tetapi berbeda cara penanganannya. Asal muasal doggie kita serta apa saja yang telah dialaminya dimasa lalu bisa mempengaruhi kemampuannya dalam proses pelatihan.

Ciri kepribadian

Kompromi
Sebagian besar anjing adalah tidak bisa dibilang patuh ataupun suka mendominasi. Kondisi dan pemilik yang berbeda bisa menyebabkan situasi yang berbeda pula. Nah, sebagian besar doggie memiliki campuran dari sifat patuh atau mendominasi. Namun pada dasarnya mereka mau membuka dengan pemilik mereka untuk diberikan masukan/ajaran2.

Manipulasi
Banyak dari doggie yang sebetulnya kita mengira mereka patuh, namun sebenarnya mereka memanipulasi pemilik mereka. Contoh misalnya, kita memiliki doggie yang sering mencakar/menggigit kaki kita dengan maksud meminta kita untuk menggendong mereka. Buat dari beberapa kita merasa ini adalah manis (cute), tapi sebenarnya anjing ini telah mempelajari metoda yang berbeda dalam menentukan otoritas.

Penakut
Anjing dengan sikap tunduk (kepala menunduk) serta mereka menghindari hubungan mata (dengan pemilik), menyembunyikan ekor mereka antara kaki mereka, dan ketakutan ketika seseorang mendekati mereka. Anjing ini memerlukan satu pendekatan lambat dan lembut selama pelatihan, sebaiknya kita tidak mengeluarkan perintah dengan kasar. Untuk tipe ini, sebaiknya mintalah bantuan pelatih yang lebih professional, jika sebelumnya kita belum pernah melatih doggie.

Pengacau
Beberapa anjing adalah lebih tertarik untuk bermain dengan anjing lain dibandingkan mematuhi pemilik mereka. Seringkali yang menjadi penyebabnya adalah pada masa puppy doggie tidak/kurang bersosialisasi dengan orang (lebih cenderung bermain di kandang bersama anjing2 lainnya).

Kooperatif dan mau mendengarkan
Ini adalah doggie yang paling mudah untuk dilatih karena mempunyai satu rasa ingin tahu alami serta mau memberikan perhatian pada lingkungan sekitar, khususnya dengan manusia. Anjing yang memiliki tipe seperti ini akan lebih mudah untuk dilatih dibandingkan dengan doggie yang memiliki tipe-tipe lainnya.

Dominan dan konfiden
Beberapa anjing, tanpa menghiraukan keturunan, telah profil yang secara alami yakin. Jenis kelamin anjing juga mempengaruhi itu trainability. Doggie yang telah dikebiri dan doggie betina yang tidak sedang loops adalah yang paling mudah untuk dilatih. Sementaa doggie jantan (apalagi yang sedang dalam kondisi birahi tinggi) cenderung untuk lebih dominan dan konfiden, sebagai hasilnya, mereka mungkin menjadi lebih tidak mau mendengarkan instruksi pelatihan; apalagi menuruti perintah pelatihan.

Spoiler for Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan Pelatihan:

Hal2 yg perlu diketahui sebelum melakukan pelatihan
Sebelum kita memulai pelatihan, sebaiknya dipersiapkan treat/snack sebagai reward dan pistol air sebagai punishment. Pelatihan sebaiknya dimulai pada saat perut anjing kosong (agar dia lebih fokus pada perintah kita, dan tentunya lebih mengharapkan treat).

Reward dan Punishment
Setiap kali doggie kita mengikuti apa yang kita perintahkan, berikan dia reward berupa treat sambil diiringi dengan pujian "Yes" atau "Pintar". Sementara jika dia melakukan kesalahan, tembakkan pistor air dibelakang telinganya atau di punggung sambil mengatakan "No" atau "Nakal". Jika lama kelamaan doggie sudah terbiasa untuk mengikuti perintah, maka sedikit demi sedikit treat/snack dikurangi namun tetap berikan pujian berupa "Yes" atau "Pintar" tadi.

Body Language
Selama pelatihan perhatikan body language doggie. Bila dia tampak sudah lelah atau hilang konsentrasi, sebaiknya hentikan latihan sementara waktu. Pelatih juga sebaiknya dalam keadaan yang 'mood'. tunjukkan ekspresi dan jalin eye-contact dengan doggie selama latihan.

Release Command
Dalam latihan ini doggie harus berdisiplin, namun kita harus pula mengajarkan kata "Free" atau "Selesai" bila kita menginginkan doggie untuk bersantai atau artinya pula latihan telah selesai.

Hal-hal yang perlu dihindari selama pelatihan:

1. Jangan memberikan treat kepada doggie kecuali pada saat latihan.
2. Jangan menjadikan treat untuk memancing doggie untuk berhenti melakukan sesuatu. Misalnya ada doggie yang sedang mengejar sepeda, terus kita panggil dengan makanan. Ini artinya kita mengajarkan kepadanya bahwa mengejar sepeda itu baik.
3. Jangan memukul doggie dengan alasan apapun selama pelatihan.
4. Jika berlatih bersama doggie lain, sebaiknya jangan sampai doggie kita bertatapan dengan doggie lain. karena ini bisa menimbulkan perkelahian. alihkan pandangannya dengan tangan kita sehingga tidak terjadi eye-contact.
sumber: kaskus.us

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar