Minggu, 23 Mei 2010

4 Tuyul Tertangkap





Ribuan warga tak sabar melihat 4 tuyul yang berhasil ditangkap seorang pemuda bernama Efrianto (20) di Dusun I, Kepala Sunggai, Desa Suka Mulia, Kec Secanggang, Langkat, Kamis (20/5) malam. Uniknya, tuyul itu ditangkap karena Anto marah sepedanya dinaiki.

Tertangkapnya mahluk halus berkepala plontos bertubuh kerdil itu sontak menjadi perhatian orang-orang yang berjibun datang ke rumah Anto. Tuyul itu dimasukkan ke dalam botol berisi garam. Orang-orang pun mencoba mengabadikan lewat kamera HP.Begini cerita tertangkapnya tuyul itu. Malam itu, sekira pukul 21.00, Efrianto alias Anto yang mengalami cacat mental bermain-main dengan sepeda roda tiganya, menyusuri jalan berbatu. Bermain sepeda memang kerap dilakoni Anto yang sejak kecil sudah mengalami kelumpuhan.Nah, entah kenapa tiba-tiba Anto yang kurang fasih berbicara ini teriak-teriak seperti bertengkar dengan seseorang. Warga yang hapal betul suara Anto datang melihatnya. Anehnya, warga hanya melihat Anto memarahi seseorang yang tidak nampak wujudnya.Selang beberapa menit kemudian Anto kembali mengamuk. Sepeda yang dikayuhnya seperti didorong masuk ke dalam parit hingga menyebabkan bungsu dari sembilan bersaudara ini terjatuh dan mengalami luka di bagian leher. Dengan kondisi tubuh berdebu, Anto bangkit dan meraih sepedanya sambil teriak-teriak minta tolong.Warga yang heran lalu mendatangi Anto dan menanyakan apa yang terjadi. Meski tak jelas benar, tapi Anto mengatakan kalau ia sedang bertengkar dengan tuyul yang bolak-balik naik ke sepedanya. Menit berikutnya Anto meminta sebuah botol yang di isi garam dari warga. Aksi Anto ini mengundang perhatian warga. Selanjutnya Anto terlihat seperti mengepung sesuatu sambil membuka lebar-lebar tangganya.Dan tak berapa lama, Anto membuka tutup botol selanjutnya seperti memasukkan sesuatu ke dalam botol tadi. Dengan terburu-buru Anto kemudian menutup botol itu seraya mengatakan kalau ia barusan menangkap tuyul dan telah memasukkanya ke dalam botol itu.“Aku angkap uyul, ni, alam botol ni (aku menangkap tuyul, ini, dalam botol,” kata Anto kegirangan.Namun selang beberapa jam kemudian atau persisnya sekitar pukul 23.15, Anto kembali digaduhkan dengan munculnya dua tuyul lagi. Pertengkaran pun kembali terjadi.“Waktu itu Anto marah sama Tuyul itu karena sepedanya dinaiki. Dan menurut Anto, tuyul yang besar yang pertama kali ditangkapnya. Sedangkan dua tuyul yang mendatanginya ukurannya lebih kecil dan satu di antaranya tuyul perempuan,” ungkap warga yang mengaku melihat keganjilan malam itu.Hebatnya, dua tuyul lagi yang mendatangi Anto kembali berhasil ditangkap.“Untuk menangkap tuyul yang dua ini, ditaruh kaca dilumuri bedak, kemudian dilepaskan kepiting kecil. Memang di luar akal, ketika itu di atas kaca berlapis bedak tadi terlihat tapak-tapak kaki kecil-kecil seperti bermain kesana-kemari dengan kepiting itu,” ungkap warga lagi.Bahkan, saat akan menangkap kedua tuyul itu, warga yang baru pulang wirit ikut berkumpul menyaksikan penangkapan tuyul itu. Ada juga warga yang merekamnya dengan kamera handphone. “Memang terlihat sosok seperti anak-anak, tapi sepintas saja, kemudian tak nampak lagi,” terang warga itu lagi.Setelah ketiga tuyul ditangkap dan dimasukkan ke dalam botol, selanjutnya dibawa ke rumah Anto. Namun Jumat (21/5) sekira pukul 03.30 Wib, Anto yang tak tidur-tidur kembali didatangi tuyul. Lagi-lagi, Tuyul keempat ini berhasil ditangkap Anto di rumahnya.“Yang bisa melihatnya cuma Anto, kalau kita ditanya ya seperti melihat botol kosong saja, tapi kalau yang punya indera keenam memang bisa melihat isi botol berisi tuyul itu,” kata Heri (65) ayah Anto sambil menunjuk ke arah empat botol yang dijejerkan di atas meja.Ditanya apakah sebelum-sebelumnya Anto memang punya kelebihan dapat melihat hal-hal yang gaib, Heri mengaku tidak mengetahuinya. “Setahu saya, selama ini Anto biasa-biasa saja, baru kali inilah dia seperti ini,” jawab Heri seraya mengaku Anto mengalami kelumpuhan sejak lahir.Sedangkan Anto yang ditanya hendak diapakan keempat tuyul tersebut, sedikit kesulitan, Anto mengaku akan menyimpannya untuk sementara waktu, sebab kalau dibunuh, ia takut ditangkap polisi. Tapi Anto setuju jika tuyul itu ditangkap polisi.Terpisah Kepala Desa Suka Mulia, Samen (47) ketika ditanya POSMETRO perihal kejadian ini mengaku tidak bisa mengambil keputusan. “Saya nggak dikasi pulang sama anak itu (Anto-red). Entah apa alasannya, yang jelas dia bilang saya harus menemaninya di sini, kalau masalah tuyul ini kan sulit kita menjelaskannya, sebab kita tidak melihatnya. Jadi kita sedang pikirkan solusinya, sebab kita nggak mau tuyul ini jadi seperti kasus begu ganjang nantinya,” terangnya.Warga Kehilangan UangUntuk saat ini warga setempat bisa sedikit bernafas lega karena selama ini mereka sering kehilangan uang. Dan pencurinya diduga adalah tuyul-tuyul itu. “Memang sebulan belakangan ini banyak warga yang mengaku kehilangan uang. Tapi jumlahnya tak banyak, paling pecahan 50-ribuan. Tapi terjadi secara beruntun. Saya juga pernah kehilangan uang. Tapi saya tak curiga itu perbuatan tuyul, saya malah curigai sama anggota keluarga saya. Lagian membuktikan itu susah, kita kan nggak bisa lihat. Salah-salah,malah kita pula nanti yang dituduh sebagai pemilik,” kata Sahmujar (49) yang diamini puluhan warga lain.(darwis)



sumber: unic77.tk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar