Kamis, 27 Mei 2010

Adakah Reinkarnasi Setelah Kematian?

img
ilustrasi (Foto: washingtonpost)
Jakarta, Beberapa orang mungkin ada yang mempercayai mengenai proses reinkarnasi atau kehidupan setelah kematian. Tapi adakah sebenarnya reinkarnasi itu?

Reinkarnasi adalah suatu konsep umum yang banyak diyakini oleh masyarakat berdasarkan keyakinan agama atau praktik spiritual. Meski demkian hal ini belum sepenuhnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Seperti dikutip dari Wisegeek, Kamis (27/5/2010) teori dari reinkarnasi adalah ketika seseorang meninggal, maka beberapa bagian dari diri orang tersebut hidup di dalam tubuh orang atau organisme lainnya.

Sebagian besar agama menolak konsep dari reinkarnasi ini, namun beberapa agama lainnya memiliki pendekatan yang berbeda mengenai konsep ini. Meski demikian ada beberapa versi dari mitos mengenai teori reinkarnasi yang ditemukan di seluruh dunia.

Suatu hal yang dipercayai masyarakat adalah apa yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya akan memiliki pengaruh terhadap reinkarnasi kehidupannya di masa depan.

Jika seseorang memiliki perilaku yang baik maka kemungkinan akan memiliki reinkarnasi menjadi manusia sebagai bentuk hadiah. Sedangkan orang-orang yang bertindak buruk dalam kehidupannya maka kemungkinan memiliki reinkarnasi menjadi organisme lain seperti binatang atau tanaman sebagai bentuk hukuman.

Beberapa orang mengaku memiliki kehidupan masa lalu dan menyarankan jiwa yang kembali ke bumi ditakdirkan untuk belajar tentang pelajaran berharga atau menyumbangkan sesuatu untuk masyarakat manusia.

Reinkarnasi ini dipercaya karena ada suatu gagasan bahwa suatu bagian penting dari dalam diri seseorang akan terus hidup setelah kematian, meskipun tubuhnya sudah membusuk.

Anggota keluarga pun terkadang menemukan kenyamanan dalam pemikiran bahwa orang yang dicintainya masih hidup di suatu tempat di bumi, walaupun diantara keduanya sudah tidak melakukan kontak lagi.

Tapi bagi yang tidak percaya reinkarnasi, maka ketika seseorang meninggal yang terjadi hanyalah proses kematian biasa.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, setelah jantung seseorang berhenti, tubuh manusia akan mulai berubah menjadi dingin atau dikenal sebagai fase algor mortis (death chill).

Setiap jam suhu tubuh akan menurun sekitar 1,5 derajat Fahrenheit (0,83 derajat Celsius). Pada saat yang sama tanpa ada sirkulasi yang bergerak di dalam tubuh, maka darah tidak akan mengalir sehingga tubuh menjadi kaku (rigor mortis) yang terjadi dalam waktu 2-6 jam setelah kematian.

Beberapa hari setelah kematian, bakteri dan enzim memulai proses pemecahan terhadap tempat inangnya. Hal ini akan membuat tubuh berubah warna, pertama menjadi hijau, kemudian ungu lalu hitam. Jika tidak melihat perubahan tersebut, maka akan tercium bau yang disebabkan bakteri di dalam tubuh menghasilkan gas yang menimbulkan bau tak sedap.

Seminggu setelah kematian kulit akan melepuh dan sedikit sentuhan saja bisa membuatnya terkelupas.

Sedangkan sebulan kemudian organ internal dan jaringan akan mencair dan membuat tubuh membengkak tapi tulang tengkorak tetap. Lama kelamaan bagian tubuh ini akan berkurang akibat dikonsumsi oleh mikroorganisme.

Karena itu hingga kini belum ada satupun teori yang bisa menjelaskan secara ilmiah mengenai proses reinkarnasi yang sebenarnya. Karena selama ini reinkarnasi hanya diyakini sebagai kepercayaan sebagian masyarakat.


sumber: detik.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar