Minggu, 07 Februari 2010

Siapa Bilang Punya Anjing Ngerepotin ??


Pada era yang sangat sibuk, banyak sekali orang stress karena keadaan di lingkungan sekitarnya. Untuk menghilangkan hal tersebut, orang membutuhkan relaksasi diri pada jam santai, misalnya pada saat pulang kerja atau weekend. Ada berbagai macam bentuk untuk merelaksasi diri, contohnya memelihara anjing.

Memelihara anjing merupakan salah satu hobi yang dapat menghilangkan stress, karena anjing merupakan binatang yang lucu serta setiap individunya memiliki kepribadian yang unik. Walaupun demikian, tidak sedikit orang menganggap bahwa anjing merupakan binatang yang kotor, liar, perusak, dan pembawa kuman penyakit, serta memiliki anjing merupakan hal yang sangat merepotkan. Atau bagi pemula yang sebenernya senang dengan binatang kemudian membelinya, namun setelah membeli merasa menyesal karena takut tidak bisa memelihara takut diimbas penyakit, takut repot, ataupun takut akan hal-hal lain. Perlu diketahui, bahwa hal tersebut tidak seluruhnya benar.

Memelihara anjing memang kelihatan repot, karena kecenderungan orang lebih gemar memelihara anjing yang berukuran besar atau anjing kecil yang berbulu lebat. Padahal kita tahu, bahwa banyak sekali jenis pilihan anjing ras. Maka untuk mengantisipasi kerepotan tersebut, sekarang ini orang lebih memilih untuk memelihara anjing yang kecil, berbulu pendek, serta tidak terlalu ribut. Ras anjing tersebut adalah Chihuahua. Chihuahua berasal dari Mexiko dan merupakan ras terkecil di dunia. Terdapat dua tipe pada ras Chihuahua, yaitu Chihuahua dengan bulu pendek serta Chihuahua dengan bulu panjang. Sekarang jenis anjing ini banyak sekali diminati di Indonesia karena perawatannya yang sangat mudah. Jadi anggapan bahwa memelihara anjing merupakan kegiatan yang merepotkan, sudah dapat diatasi.

Perlu diketahui, bahwa anjing ras murni memiliki daya tahan tubuh yang tidak sekuat daya tahan tubuh anjing campuran. Oleh karena itu perlunya perawatan yang teliti untuk memperkuat daya tahan tubuh anjing terhadap berbagai penyakit yang dapat berakibat fatal bagi kesehatannya, yaitu dengan cara divaksin secara teratur sesuai aturannya. Namun vaksin tidak menjamin anjing “100%” tidak akan terjangkit penyakit. Selain harus divaksin, anjing juga harus diberi perawatan lain, misalnya dimandikan dan diberi makan secara teratur dengan menggunakan produk khusus untuk anjing serta membersihkan lingkungan sekitarnya untuk menghindari kuman-kuman penyakit, agar kita yakin bahwa anjing yang kita pelihara benar-benar sehat dan terbebas dari penyakit. Karena jika anjing terkena kuman penyakit, maka orang yang tinggal bersama anjing tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan terimbas dari dampak kuman yang diidapnya.

Paradigma bahwa anjing merupakan sumber penyakit haruslah diubah, karena sebenarnya manusia adalah sumber penyakit bagi anjing karena anjing memiliki antibodi yang lebih rentan daripada manusia. Jadi jika anjing mengalami sakit yang dapat disebar ke pemelihara, hal tersebut mungkin saja terjadi dikarenakan oleh kelalaian pemelihara yang tidak merawat anjing peliharaan tersebut dengan tidak telaten.

Berikut ini merupakan cara pemeliharaan anjing ras Chihuahua:

1.Semua anjing dengan berbagai jenis ras pasti akan mengalami pergantian bulu, di mana pergantian bulu akan menyebabkan kerontokan. Chihuahua merupakan anjing yang berbulu tipis, sehingga tidak dibutuhkan perawatan bulu yang sangat serius. Jika anjing Chihuahua yang kita pelihara sedang mengalami hal tersebut, kita tidak perlu kuatir, cukup dengan menyikat bulu yang masih melekat pada tubuhnya dengan menggunakan sikat khusus agar bulu yang rontok tersebut dapat menempel pada sikat dan dapat terangkat secara menyeluruh.

2.Anjing sebaiknya dimandikan kurang lebih dua minggu sekali dengan menggunakan shampoo khusus untuk anjing yang memiliki pH 7.5 sesuai dengan pH kulit pada anjing. Perlu diketahui, bahwa pH kulit pada anjing berbeda dengan pH kulit pada manusia.

3.Selain perlu dimandikan, kesehatan kuping, mata, dan gigi juga harus diperhatikan. Umumnya, mata pada anjing yang sudah berusia kategori tua, akan megalami katarak. Hal tersebut tidak dapat dihindari.

Kesehatan gigi juga harus dijaga. Untuk menghindari karang gigi, maka gigi pada anjing sebaiknya rajin disikat dengan menggunakan odol khusus atau dibersihkan. Karang gigi yang terlalu banyak akan menyebabkan akar pada gigi menjadi tidak kuat, sehingga gigi menjadi lebih mudah tanggal. Selain itu, karang gigi juga dapat mengganggu kesehatan pada anjing karena merupakan kumpulan bakteri, di mana bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh bersama dengan makanan yang dimakan oleh anjing.

4.Berikan Chihuahua yang berusia satu bulan ke atas makanan berupa dogfood kering yang dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan anjing. Dogfood dapat diperoleh di supermarket maupun di pet shop.

Chihuahua yang berusia satu sampai dengan tiga bulan harus lebih sering diberi makan yaitu lima kali sehari dengan menggunakan dogfood kering untuk puppies yang dibasahi dengan air minum. Untuk Chihuahua yang berusia tiga sampai dengan enam bulan, diberikan dogfood for puppies kering yang tidak dibasahi. Pemberian makan sebaiknya dilakukan sebanyak empat kali sehari. Selanjutnya pemberian makan dapat dikurangi secara perlahan menjadi tiga kali sehari sampai anjing Chihuahua berusia satu tahun. Ketika anjing Chihuahua sudah berusia lebih dari satu tahun, maka pemberian makan dapat dilakukan sebanyak dua kali sehari dengan menggunakan dogfood for maintenance.

Khusus anjing betina yang sedang hamil atau menyusui harus diberikan dogfood for puppies, karena dogfood for puppies mengandung kadar protein yang jauh lebih banyak daripada dogfood for maintenance.

Jangan biarkan anjing makan terlalu banyak, karena jika anjing menjadi kegemukan maka dapat berbahaya bagi kesehatan jantungnya. Sebaiknya anjing tidak diberi makan hati ayam sebab dapat mengakibatkan sakit ginjal.

5.Pemberian vaksin juga wajib diperhatikan untuk membentuk dan memperkuat daya tahan tubuh. Berikut ini adalah aturan pemberian vaksin yang dianjurkan:

a. Usia 6-8 minggu : vaksinasi Distemper dan Parvovirus

b. Usia 10-12 minggu : vaksinasi Parainfluenza dan Bordetella

c. Usia 14-16 minggu : vaksinasi Distemper, Hepatits, Leptospirosis, dan Parvovirus

d. Usia 20 minggu : vaksinasi Distemper, Hepatitis, Leptospirosis, Parvovirus, dan Rabies

Selanjutnya vaksinasi pada point d diulang setiap tahun guna mempertahankan daya tahan tubuh terhadap kuman penyakit. Setiap kali akan melakukan vaksinasi, anjing harus diberikan obat cacing empat sampai lima hari sebelumnya. Obat cacing harus diberikan untuk menghindari anjing dari cacingan karena apabila anjing cacingan, staminanya akan turun. Jika stamina turun dan anjing tetap diberi vaksin, maka hal tersebut akan membahayakan bagi kondisinya. Jadi untuk melakukan vaksin, kondisi anjing harus benar-benar sehat.

Bagi yang ingin memelihara anjing namun tidak mau repot, peliharalah anjing ras Chihuahua. Anjing jenis ini tidak memerlukan perawatan khusus, karena ukuran tubuhnya yang kecil, bulunya yang tidak terlalu tebal, serta makannya pun sedikit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar